Minggu, 07 Agustus 2011

Alarm Kehidupan

Denting jam wekker menunjukkan pukul 06.00 pagi. Astaga...aku terperanjat dari tidur lelapku dan lekas berlari ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Insomnia yang  telah mengusik tidurku semalam. Hampir-hampir mata ini susah untuk terpejam barang sejenak. Berbagai macam hal masuk dalam benak. Ah…..haruskah setiap hari aku tidur lewat tengah malam?mungkin saja itu karena aku terlalu memikirkan Rezky. Tanpa disadari sosoknya selalu menghampiriku dalam angan-angan. ”Hah, dasar bodoh” aku bergumam pada diriku sendiri. Walaupun sudah terbangun masih saja aku memikirkannya, aku harus cepat-cepat sholat karena kokok ayam sudah terdengar sedari tadi.
Pukul 07.00 nanti ada kuliah jurnalistik, mata kuliah pilihan yang aku inginkan. Dosenku paling terlambat, itu sudah biasa beliau lakukan karena harus ke Solopos untuk apel pagi. Disamping menjadi dosen, beliau juga menjabat sebagai redaktur di Solopos.
Temenku nurul muncul dari sudut pintu. “Ayo Re berangkat!” dia bilang padaku. “Iya Rul, tapi sarapan dulu ya?tuntutan perut nih...he” aku berkata sambil tersenyum nyengir padanya.  Seusai sarapan kita langsung meluncur ke kampus dan segera masuk ke kelas. Sambil menunggu bapak Verdy datang, aku dan teman-teman asyik bercanda. ”Akhirnya yang ditunggu datang juga” ucap Nugros teman sekelasku.
Setelah perkuliahan selesai, aku tidak langsung pulang kos, tapi ke perpustakaan. Eits...pasti kalian mengira aku adalah seorang mahasiswi yang kutu buku. ^^  bukannya masuk ke ruang sirkulasi tempat dimana tersusun berbagai macam buku-buku bacaan baik fiksi maupun ilimah, tapi aku lebih seneng browsing dan facebook-an. Hehehe..bagiku itu lebih mengasyikkan daripada sekedar membaca buku dan duduk diam di bangku. Hampir tiga jam lebih aku di depan komputer, berkutat dengan dunia maya. Ponselku di dalam saku bergetar, aku lihat alarm menunjukkan pukul 12.00. Adzan dhuhur telah berkumandang, tapi aku masih belum puas membuka situs pertemanan dan membaca-baca beberapa artikel. Cacing di perutku sudah protes, karena jatah persediaan tadi pagi sudah habis. Rasa lapar dan kantuk mulai menghinggapi pikiranku. ”Dasar tukang tidur n’ ngantuk” celetuk dalam hatiku.
Kemudian aku memutuskan untuk beranjak dari tempat ini dan pergi ke warung makan dekat kos temenku. Sepiring nasi dan mie goreng telah siap untuk aku santap, hemmmm...kata Pak Bondan: ”maknyus tenan rasane”.
Setelah kenyang perut, waktunya tidur siang. ups...sholat dulu deh. Biar bisa tidur nyenyak dan mimpi indah. Hahaha,,,,kriiiiiiiiiiiiiiiiiiing alarmku kembali bunyi dan sudah menunjukkan pukul 15.30 sore. Waktunya mandi dan sholat deh.  8 juni 2010





Tidak ada komentar:

Posting Komentar